Minggu, 27 Juni 2010

MAKALAH MEMBACA LITERAL, MEMBACA KREATIF, DAN MEMBACA CEPAT

MAKALAH

MEMBACA LITERAL, MEMBACA KREATIF,

DAN MEMBACA CEPAT




BAB I

PENDAHULUAN

Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Membaca dari dosen serta perlunya menambah wawasan kita tentang Membaca, baik dari jenis-jenis membaca, tujuan dan contoh-contoh dari membaca itu sendiri, maka dari itu kami merasa perlu mengembangkan sedikit tentang teknik-teknik membaca cepat, literal, dan kreatif yang yelah diberikan atau dijelaskan oleh dosen kami dalam tiap permatakuliahan Membaca.

Dalam pembahasan ini kami menjabarkan tentang pengrtian, tujuan, dan contoh-contoh dari teknik membaca cepat, membaca kreatif, dan membaca literal dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II

PEMBAHASAN

1. MEMBACA LITERAL.

· Pengertian Membaca Literal.

Terampil dan mampu membaca tidak diperoleh secara alamiah, tetapi diperoleh melalui proses pembelajaran yang bertahap dan sistematis. Haryadi dan Zamzami (1996: 303) menyatakan bahwa membaca adalah suatu aktivitas yang disengaja dan terencana. Dengan melakukan aktivitas proses membaca berarti melakukan aktivitas memproses makna kata, memahami konsep, memahami informasi dan memahami ide yang disampaikan penulis dan dihubungkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki oleh pembaca.

Kemampuan memahami isi bacaan diperlukan kompetensi seperti yang dikemukakan oleh Billet dan Temple dalam Burn, Roe dan Ross, (1996: 34), yaitu: Pengetahuan yang telah dijumpai oleh pembaca (prior knowledge), pengetahuan tentang struktur teks (Knowledge Of Text Structure) dan kegiatan menemukan makna (Active Search For Information). Pengetahuan yang sebelumnya telah dipunyai oleh pembaca merupakan pembendaharaan sejumlah pengetahuan tentang apa yang tersimpan dalam schemata dan dalam struktur psikologis pembaca. Penguasaan struktur teks bacaan deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, dan persuasi ciri khas tersendiri. Kegiatan menemukan makna merupakan hal yang penting, karena dengan menemukan makna, maka dapat memahami isi bacaan yang dibaca.

Menurut Burn, Reo dan Ross, (1996: 43) menyatakan bahwa: “Membaca pemahaman literal adalah membaca teks bacaan dan memahami isi bacaan tentang apa yang disebutkan di dalam teks yang tersurat.”

Kompetensi membaca pemahaman seperti yang diuraikan tersebut di atas adalah suatu hal yang mutlak dimiliki oleh siswa sejak usia SD. Hal ini dapat dicapai setelah mereka mampu membaca permulaan. Membaca permulaan diajarkan pada kelas rendah di SD, yaitu kelas satu dan kelas dua. Sementara membaca pemahaman mulai diajarkan pada tingkat kelas tiga dan dimulai pada latihan pemahaman tingkat rendah (literal) dan secara bertahap dikembangkan sesuai jenjang kelasnya.

· Tujuan Membaca Literal.

Membaca literal bertujuan hanya mengenal arti yang tertera secara tersurat dalam teks bacaan. Pembaca cukup menangkap informasi yang tertera secara literal (reading the lines) dalam teks bacaan. Ia tidak berusaha mendalami atau menangkap lebih jauh. Teknik seperti ini biasanya dipakai dalam proses belajar mengajar tingkat rendah, misalnya siswa SD-SMP.

· Contoh Membaca Literal.

Siswa SD yang diberi tugas membaca sebuah buku cerita atau buku tentang ilmu pengetahuan.

2. MEMBACA KREATIF

· Pengertian Membaca Kreatif.

Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menagkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari.

Dalam membaca kreatif, pembaca dituntut mencermati ide-ide yang dikemukakan penulis, kemu-dian membanding-bandingkannya.

Proses lebih penting dari kegiatan membaca kreatif itu tidak sekadar menangkap makna dan maksud bahan bacaan, tetapi juga menerapkan ide-ide atau informasi yang tertuang dalam bacaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kualitas hidupnya. Pembaca juga diharapkan dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidupnya berdasarkan informasi dari bacaannya. Dengan menerapkan informasi diharapkan, kualitas hidup pembaca akan lebih terarah dan meningkat. Kalau ternyata begitu selesai membaca tidak ada tindak lanjutnya, berarti ia bukan pembaca kreatif.

Dalam diri seorang pembaca kreatif secara otomatis akan tampak sejumlah kemajuan, baik dalam kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan kata lain, tingkatan membaca kreatif lebih tinggi daripada membaca literal atau kritis.

· Manfaat Membaca Kreatif.

Membaca kreatif akan memberikan banyak manfaat dalam berbagai bidang. Misalnya, wacana tentang siraman rohani, pemikiran para budayawan, informasi cara merawat kesehatan tubuh, informasi soal cara membuat makanan atau barang.

Ada juga yang memberikan informasi soal cara memanfaatkan lahan milik kita, misalnya membudidayakan tanaman hias, tanaman obat, dan lain-lain. Apabila Anda tertarik untuk memelihara ternak atau tanaman, dari buku pun Anda dapat belajar cara merawatnya, memilih pupuk atau pakan yang diperlukan, dan sebagainya. Pilihan lain untuk menambah pengetahuan antara lain, cara membuat bangunan dan menata ruangan secara artistik, termasuk cara merenovasi suatu bangunan agar terkesan lebih nyaman dan indah.

· Tujuan Membaca Kreatif.

v Memahami informasi yang didapat dengan lebih mendalam.

v Mengetahui sesuatu dengan lebih mendalam.

· Contoh Membaca Kreatif.

Seorang mahasiswa/pembaca saat membca sebuah buku tidak akan berhenti disitu saja, tetapi ia selalu mencatat sesuatu yang dianggap penting, menandai sesuatu yang dianggap sulit/asing, dan selalu mengaplikasikannya dengan kehidupannya serta meningkatkan bacaannya.

3. MEMBACA CEPAT.

· Pengertian Membaca Cepat.

Kecepatan membaca yang seseorang harus seiring dengan kecepatan memahami bahan bacaan yang telah dibaca.

Ketika kita membaca cepat suatu bacaan, tujuan sebenarnya bukan untuk mencari kata dan gambar secepat mungkin, namun untuk mengidentifikasi dan memahami makna dari bacaan tersebut seefisien mungkin dan kemudian mentransfer informasi ini kedalam memori jangka panjang dalam otak kita. Kemampuan membaca cepat merupakan keterampilan memilih isi bacaan yang harus dibaca sesuai dengan tujuan, yang ada relevansinya dengan pembaca tanpa membuang-buang waktu untuk menekuni bagian-bagian lain yang tidak diperlukan.

Nurhadi ( 1987:31-32) menyatakan “Membaca cepat dan efektif ialah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan, dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaannya”.

Muchlisoh (1992:149) mengatakan bahwa membaca cepat bukan berarti jenis membaca yang ingin memperoleh jumlah bacaan atau halaman yang banyak dalam waktu yang singkat.

Pelajaran ini diberikan dengan tujuan agar siswa sekolah dasar dalam waktu yang singkat dapat membaca secara lancar dan dapat memahami isinya secara tepat dan cermat. Jenis membaca ini dilaksanakan tanpa suara.

Berbeda dengan pendapat-pendapat sebelumnya, Supriyadi (1995:128) mengatakan bahwa “Membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan mata dalam membaca”.

Saleh Abbas (2006:108) menyatakan “membaca cepat adalah membaca sekejap mata, selayang pandang. Tujuannya adalah dalam waktu yang singkat pembaca memperoleh informasi secara cepat dan tepat”.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan dengan menggunakan gerakan mata dan dilakukan tanpa suara yang bertujuan untuk memperoleh informasi secara tepat dan cermat dalam waktu singkat.

· Tujuan Membaca Cepat.

Berkaitan dengan membaca cepat, ada beberapa tujuan dan manfaat yang anda peroleh:

v Mengenali topik bacaan.

Jika Anda pergi ke toko buku atau perpustakaan, anda ingin mengetahui apa yang dibahas dalam buku yang Anda pilih. Untuk keperluan tersebut, Anda melakukan membaca cepat beberapa menit (browsing) untuk melihat bahan yang dibaca. Sekedar untuk mengetahui isi bacaan. Hal ini juga dapat dilakukan ketika akan memilih artikel di majalah dan surat kabar (kliping).

v Mengetahui pendapat orang (opini).

Di sini Anda sudah mengetahui topic yang dibahas, selanjutnya Anda ingin mengetahui pendapat penulis itu terhadap masalah yang dibahas. Untuk itu, Anda tinggal membaca tulisan yang ada di tajuk surat kabar tersebut. Anda cukup membaca paragraf pertama atau akhir yang biasanya memuat kesimpulan yang dibuat oleh penulisnya (redaksi).

v Mendapatkan bagian penting yang diperlukan.

Anda perlu melihat semua bahan bacaan itu untuk melihat ide yang bagus, tetapi tidak perlu membaca setiap kata, kalimat, bahkan alinea secara lengkap.

v Mengetahui organisasi penulisan.

Dengan teknik membaca cepat maka dapat segera mengetahui urutan ide pokok dan cara semua materi disusun dalam kesatuan pikiran, serta mencari hubungan antarbagian dalam bacaan itu.

v Melakukan penyegaran atas apa yang pernah dibaca.

Misalnya dalam mempersiapkan ujian atau sebelum menyampaikan ceramah. Albert dalam Harras (1997) mengemukakan tujuan utama dalam membaca cepat:

1. Memperoleh kesan umum dari suatu buku, artikel, atau tulisan singkat.

2. Menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan.

3. Menemukan/menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.

· Contoh Membaca Cepat.

Seorang pelajar SMU yang diberi tugas oleh gugunya untuk membuat ringkasan dari sepuluh judul buku dalam waktu yang terbatas. Ia harus dapat menemukan gagasan utama dari setiap judul buku. Untuk menemukan gagasan utama inilah siswa harus melakukan teknik membaca cepat.

4. LAMPIRAN TUGAS.

ü Judul Buku: Orang Mandar Orang Laut.

ü Pengarang: Muhammad Ridwan Alimuddin.

§ Kesulitan dalam memahami isi bacaan pada buku ini yaitu terletak pada penggunaan kata atau bahasa yang tidak akrab, karena pada buku ini banyak menyuguhkan istilah-istilah dari Mandar, Sulawesi Selatan. Meskipun sudah terdapat catatan kaki, namun masih ada beberapa kata atau istilah yang tidak dituliskan makna atau artinya, sehingga pemahaman terhadap isi bacaan kurang tersalurkan terhadap pembaca.

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Dari pemaparan diatas dapat ditarikkesimpulan bahwa dalam membaca terdapat banyak teknik-teknik dengan tingkatan dan fungsinya masing-masing, membaca literal umum digunakan pada siswa SD/tingkat dasar, teknik membaca cepat digunakan untuk mendapatkan informasi secara cepat, dan membaca kreatif digunakan untuk mendapatkan informasi yang tersirat sekaligus informasi yang tak tersirat dalam bacaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar